Bgenkgrafi, segalanya tentang gue si Bgenk. 0

Kategori By bgenk on

Ehem-ehem....

-Sekilas Tentang Bgenk dan Blognya.
Oke siapa gue?
Emang gak penting buat anda untuk tahu gue siapa? anak siapa? kerjaannya apa? prestasinya apa? dan hobinya apa? Ya, gak penting, tapi setidaknya dengan menempelkan profil gue disini gue menyatakan bahwa gue bukan titisan siluman tengkorak apalagi siluman cacingan (apa coba?).

Ya, seenggaknya gue mencoba memberitahukan pada dunia atau pada lingkungan RT bahwa gue punya Blog dan inilah blog gue. Blog yang acak-acakan dari template orang yang gue acak-acak hingga jadilah sekumpulan coretan acak-acak kaya adonan semen+pasir (jeuhhhhh... nggak segitunya kali genk). Hahaha...

Inilah gue dan blog gue yang dengan bangga gue persembahkan untuk hasil rekaman jejak gue bukan rekaman kaset apalagi rekaman pidio panas kayak pidio kompor mledug. Inilah gue dan blog gue yang dengan bangga gue persembahkan sebagai penghargaan atas semua hal yang gue temui dalam setiap derap pengalaman. Inilah gue dan blog gue yang dengan bangga gue persembahkan sebagai coretan-coretan kecil dalam rangaka 17-an.... eh salah, dalam rangka memberitahukan kepada dunia bahwa 'It's My Life' translate to bahasa sunda Tangerang Banten 'Kos Kieu Hirup Aing' translate to Bahasa Indonesia with EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) 'Inilah Hidupku'.


Entah, gue sendiri juga nggak ngarti, sebenernya apa tujuan utama gue bikin blog coba? Yang jelas tujuan utama gue bikin blog bukan buat 'ngegemukin badan' apalagi 'ngegantengin tampang' (iyalah, mana bisa coba... tampang udah jelek, jelek aja lu genk. Masih mending Justin Beiber lebih jelek dari elu.... wkwkwkwkwk...).


Tujuan gue bikin blog mungkin cuman sekedar iseng. Sekedar pamer (Apa yang mo dipamerin? Celana kolor?). Sekedar berbagi ilmu dan pengalaman. Ato sekedar tempat gue ngumpulin receh lewat iklan-iklan yang gue harepin mau naro iklannya di blog ini, buat pengunjung yang gue harepin nge-klik iklan PPC gue, ato tempat gue promosi afiliasi penghasil receh? itu adalah betul-betul-betul-betul.... Assalamualaikum... Tok, tok-atok... Lha, kok jadi Upil-Ipil? haik...haik...haik....

-Pembuka:
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Salam sejahtera saya haturkan semoga dalam rangaka 17-an ini (stop-stop! emang pak RT apa... pidato 17-an?) ulangi, salam sejahtera saya haturkan semoga kita semua diberikan keselamatn selalu oleh Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa. Amin...

-Gue waktu Orok:
Ahad, 4 Rabiul Akhir 1411 H / 28 Oktober 1990 gue terlahir ke dunia. Gue adalah anak ke-3 dari 5 bersaudara. Waktu itu, gue adalah orang pertama diantara abang-abang gue yang lahir secara modern... Yupzz... gue lahir di Bidan (Bangga...), beda sama kedua abang gue yang lahir dengan bantuan mak Mandul, seorang dukun legendaris di kampung tercinta. Selain itu gue adalah satu-satunya anak yang belum pernah mencicipi ASI, maklum emak waktu itu sakit parah sampe-sampe tak mampu memproduksi ASI, ya sudah akhirnya gue kecanduan Dancow. My Abah and my emak memberi sebuah nama Agung Herdiansyah. Kata emak nama itu di dapat dari hasil undian diantara banyak nama dengan cara dikocok dengan gelas. (Kayak arisan ya....). Tapi syukur Alhamdulillah, karena gue dapet nama itu. Coba kalo gue dapet nama Raffi Ahmad, pasti gue sekarang jadian sama Yuni Sara... Hehehehehe, Impossible...

-Beranjak Balita:
Branjak balita keanehan mulai muncul di diri gue. Yaitu penyakitan... Puncaknya pas umur 3 Tahun, gue sakit parah. Kulit biru-biru, mata kekuning-kuningan, badan lemas hingga lumpuh total. Jelas sudah banyak biaya yang dikeluarkan, mulai dari klinik setempat, puskesmas sampe di Rumah Sakit. Beberapa dokter sempat menyerah karena penyakit gue ini. Begitupun kedua orang tua, mereka sempat pasrah jika memang gue harus pergi selamanya dengan cara seperti ini. Tapi syukur Alhamdulillah, ada seorang Dokter bernama Dokter Made, seorang dokter di RSUD Tangerang, Beliau berhasil memberi resep obat yang tepat kepada gue hingga akhirnya gue sembuh kembali. Benar, normal kembali. Thanks for doketer Made, yang juga atasan Abah saat jadi Cleaning service di RSUD Tangerang.

-Indahnya jadi anak-anak:
Saat gue anak-anak, kira-kira usia 6-8 tahun gue mungkin menjadi anak paling beruntung dikampung meskipun gue sering berantem sama si Gori, adek gue yang usianya cuma beda 15 bulan. Bayangkan, saat itu abah berputar haluan dari seorang tenaga pembantu RSUD menjadi seorang makelar tanah dadakan yang sukses. Ya, meskipun sempet mendapat kritikan dari warga kampung karena menjadi seorang calo tanah, tapi abah banyak membantu orang kampung. Karena koneksinya dengan pengusaha-pengusaha property, banyak orang kampung yang menjual tanahnya berkat bantuan Abah. Banyak orang kampung yang pergi Haji, mengganti rumah-rumah biliknya dengan tembok semen, membelikan motor kepada anak laki-lakinya dan lainnya dari hasil menjual tanah tersebut.

Tapi benar, harta tak bertahan lama. Krisis 98 membuat banyak pengusaha property berhenti membeli tanah. Pun dengan Abah yang tak pernah menyadari begitu pentingnya investasi masa depan hingga akhirnya kedua mobil abah harus tergadaikan bahkan dijual. Banyak perhiasan emak terjual. Barang-barang elektronik lambat laun menghilang dari rumah. 2 Motor yang tersisa pun akhirnya harus dijual. Gue inget betul sebelum krisis 98, gue dan ketiga sodara gue selalu berpakaian rapih, punya banyak mainan yang aneh-aneh dan tiap minggu mengahabiskan waktu berjalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Tapi, abah tak pernah berhenti bersemangat. Segala daya dan upaya dilakukan untuk membiayai anak-anaknya sekolah. Tercatat, mulai dari menggarap sawah engkong, berdagang kue bungkusan, dagang nasi uduk bersama emak sampe dagang kopi di proyek bangunan menjadi aktivitas sehari-hari di tengah sulitnya mencari kerja. Mungkin karena tak pernah sukses dengan usaha dagangnya, abah akhirnya memutuskan untuk menjadi bandar judi sejenis togel di kampung. Kira-kira tahun 1999 sampe akhir 2000, saat geliat ekonomi kembali bangun, abah tercatat merupakan bandar judi terbesar se-Kelurahan dengan puluhan anak buah. Benar, abah gue jadi boss judi yang mampu menyuap banyak polisi. Bak keluarga cendana (lebay), itulah hidup gue ketika itu.

-Remaja coy:
Beranjak Remaja gue tumbuh semakin ganteng (Uuueeee.... Gue sendiri mo muntah dengernya....). Gue tumbuh normal, malah tinggi tubuh terbilang bertambah cukup cepat. Jerawat mulai menonjol tepat saat gue mau lulus MI (Sekolah Islam setingkat SD). Beranjak ke kelas 1 SMP gue menjadi orang yang kuper, beda banget pas gue MI dulu. Dulu gue seneng maen bola, mancing+nge-jala ikan di sawah, juga ngebut-ngebutan dengan sepeda yang nggak ada rem-nya. Hahahahaha... Pokoknya jaman MI dulu adalah jaman bermain paling indah.

Di SMP gue belajar seperti anak kebanyakan. Yang membuat beda adalah kelakuan gue yang kuper, yang nggak pernah nyaman bersosialisasi. Padahal, otak gue terbilang encer malah cenderung selalu mencair (Lu, kira es....) Bayangin aja, gue masuk SMPN favorit se-Kecamatan dengan nilai 90,83 atau terbesar nomor 4 padahal waktu SD cuman kelas 1-2 doank gue juara kelas, kesononya lempeng aja tuh nilai rapot... Hahahahaha... Mungkin otak gue encer kalo kadang-kadang doank kali ya...? Atau mungkin cuma pas ada api kompor di pinggir pala gue jadi otak gue bisa mencair. Lanjut ke kelas 2-3 SMP kelakuan gue makin amburadul dan acak-acakan, mungkin efek dari ke-Kuper-an yang takjub saat pertama kali melihat pergaulan bebas

-Gue dan Sekarang:
Seperti remaja lainnya, gue hidup normal. Gue punya ambisi, bahkan ambisi gue melebihi berat badan gue sendiri.... Hihihihihi (emang pernah ditimbang tuh ambisi). Yang jelas, gue tetep mencoba melakukan yang terbaik walau kadang suka ga berbuat baik. Hehehehehe... Maklum, manusia coy, bukan Robot yang diprogram untuk terus berbuat baik. Hehehehehe....

Piss Coy....


0 komentar coy...:

Poskan Komentar

Komen ya.... Komen OK.... Komen Dong... Komen ya... ya... ya... ya...

 
Copyright (C) 2010 by bgenk | Powered by Blogger | Blogger template by aan | Modified by Bgenk| Jquery Back to top by Choen

Protected by Copyscape Duplicate Content Checker My Ping in TotalPing.com